Imunisasi di SD Methodist 8 Medan

Pada dasarnya, imunisasi adalah kegiatan pencegahan. Imunisasi dilakukan agar seseorang terhindar dari penyakit infeksi atau meringankan gejala penyakit tersebut. Metode ini merupakan metode pencegahan yang paling efektif dan murah dalam mengatasi penyakit.

Imunisasi wajib diberikan pada anak balita mengingat sistem kekebalan tubuh balita sangat rentan. Lalu bagaimana dengan anak yang sudah melewati usia tersebut? Seiring bertambah usia, sistem kekebalan tubuh anak juga meningkat.

Namun hal ini tidak menutup kemungkinan mereka terserang penyakit infeksi lain di usianya yang kian bertambah itu.

Oleh karena itu setelah melakukan imunisasi wajib di usia balita, anak harus mendapatkan imunisasi lanjutan ketika memasuki usia sekolah. Selain menjaga dari serangan infeksi virus, imunisasi anak juga dapat membantu meningkatkan fungsi kognitif serta menjaga status gizinya agar tetap baik.

Pada hari Jumat 24 Agustus 2018, Tim dari UPT Puskesmas Pulo Brayan mengadakan Imunisasi vaksin MR di SD Methodist 8 Medan. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 sampai pukul 11.00 WIB. Para peserta didik yang telah mendapatkan informasi tentang pentingnya kegiatan imunisasi ini terlihat sangat antusias mengikutinya. Ada juga beberapa peserta didik yang terlihat takut untuk divaksin namun dengan kesabaran tim dan para guru kegiatan dapat berlangsung lancar.

Sejatinya, vaksin MR merupakan bagian dari vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella), tapi di Indonesia vaksin Mumps sengaja dipisahkan dari keduanya. Hal ini dilakukan karena penyakit Mumps alias gondongan sudah jarang ditemui di masyarakat Indonesia. Sementara itu, campak (baik itu campak “biasa” maupun Rubella campak Jerman) masih sering terjadi pada anak-anak.

The following two tabs change content below.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *